Sebuah Ruang yang Kenyal

Oleh Nuruddin Asyhadie

RuangSetelah sukses dengan Banyu Biru (2005), sutradara muda Teddy Soeriaatmaja belum puas mengeksplorasi masa lalu. Dalam film terbarunya berjudul Ruang (2006), kembali ia bermain-main dengan tema itu. Moralitas yang dijunjung pun sama: “Berdamailah dengan masa lalu.”

Rais (Slamet Rahardjo), seorang diplomat yang bertugas di luar negeri, pulang kembali ke tanah air karena kabar kematian ibunya. Sesampainya di rumah, Rais disambut Rima (Reggy Lawalata), adiknya. Hubungan mereka tak terlalu akrab, karena kehidupan bebas Rima di masa muda. Pertemuan kakak-beradik itu pun tegang kaku.

Sebelum meninggal ibu mereka mewasiatkan sebuah kotak yang hanya boleh dibuka oleh mereka berdua. Kotak itu ternyata berisi manuskrip novel Ruang karya Ayah mereka, lokan, dua lembar foto yang termakan waktu, satu foto kakek mereka bersama adiknya, satu lagi foto seorang perempuan cantik, yang tak mereka kenal dan surat dari sang ibu.

Surat itu bercerita tentang siapa Rais sebenarnya, yang ternyata bukan anak kandungnya. Rais tak mau melanjutkan membaca. Ia tak sanggup menghadapi kepahitan tersebut, Ia merasa marah pada sang ibu yang menyimpan rahasia itu sampai akhir hayatnya.

Rima membujuk Rais untuk terus membacanya. Rais bersikukuh. Akhirnya Rima membacakan surat itu. Terkuaklah semua rahasia keluarga mereka, kisah cinta Chairil (Winky Wiryawan), ayah mereka, dengan Kinasih (Luna Maya), ibu kandung Rais, yang tak disetujui keluarga Kinasih, tentang cinta terpendam Florry (Adinia Wirasti), yang akhirnya menikah dengan Chairil dan mencintai Rais seakan anak kandungnya sendiri.

Dalam pada itu, hubungan Rais dan Rima kembali membaik. Rais pun lambat laun dapat menerima kenyataan dirinya dan memaafkan sang ibu. Demikian pula dengan hubungan rumah tangga Rais yang di ujung tanduk. Di akhir cerita istri Rais menelepon dan memaafkan suaminya.

Sekilas film ini tampak menyajikan kisah keluarga atau percintaan biasa, yang tak relevan dengan judulnya. Di layar penonton hanya dihadapkan pada tiga persoalan keluarga, atau cinta segitiga antara Kinasih—Chairil—Florry. Bahkan jika ia dipikirkan sebagai narasi tentang universalitas cinta, bahwa cinta diberbagai masa tetap sama, apapun yang dimaksud dengan “sama” di sana, tetap tak terlihat relevansi cerita dengan judul. Satu-satunya hal yang bertaut langsung dengan judul film adalah manuskrip novel sang ayah yang juga berjudul Ruang, namun tidak ada informasi apa-apa mengenai manuskrip ini, tidak ada konflik apa pun yang muncul dari manuskrip ini. Jangankan begitu, dibaca pun tidak. Rais dan Rima justru membaca surat sang ibu, yang hanya bercerita tentang biografi cinta Chairil dan Kinasih, tanpa pernah menyinggung kisah apa yang ditulis oleh Chairil, bagaimana jatuh bangunnya Chairil dalam menggarap novel tersebut.

Sebuah kesempatan kecil dalam dialog antara Rais dan Rima saat bersiap membuka kotak memberikan sebuah kunci untuk memahami apa yang dimaksud dengan ruang pada film ini. Rais mengatakan: “Jangan-jangan itu kotak Pandora, yang membawa bencana. Kau ingat Bapak pernah menulis hal itu dalam salah satu bukunya?”

Itulah ruang yang tengah kita cari, ruang masa lalu yang di mata Rais tampak sebagai kotak Pandora, rahim segala kegelapan, dan sebab itu jangan sekali-sekali membukanya.

Posisi Rais sebagai diplomat dan tinggal di luar negeri, meski tidak cukup penjelasan tentang hal ini, dapat dibaca sebagai pelariannya dari masa lalu, dari rumah, dari konfliknya dengan Rima (rumah, ibu, perempuan umumnya dianggap representasi masa lalu). Semenjak dinas di luar negri, Rais tak pernah pulang atau memberi kabar.

Kepulangan Rais ke rumah dipicu berita dari Rima mengenai kematian sang ibu. Dalam film ini Rima agaknya memang berfungsi sebagai “penuntun” jalan pencerahan Rais sekaligus seluruh kisahan. Lihat saja, saat masa lalu kembali menodongkan pisau ke ulu hati Rais melalui pengakuan sang ibu dalam surat bahwa Rais bukan anak kandungnya, nyalinya kembali ciut. “Tidak benar ini,” komentarnya, “tidak benar ini,” Rima mendorong Rais agar terus membaca surat tersebut. “Kemanapun kita pergi, masa lalu akan selalu mengejar kita. Bacalah, mungkin ada kebahagiaan di balik kesakitan,” tutur Rima. Rais tetap tak mau. Rima membacakan surat itu, menghela Rais keluar dari penjara ketakutannya. Upaya pembanjiran ini agaknya berhasil. Lambat laun, Rais dapat menerima jati dirinya sebagai anak tiri, memaafkan sang ibu yang menyimpan rahasia itu sampai akhir hayatnya, juga memafkan kesalahan Rima di waktu lalu yang telah membuat mereka bertengkar.

Rais pergi ke desa orang tuanya. Berziarah ke kubur Kinasih, ke rumah yang pernah ditinggali ayahnya. Saat duduk di atas bangku reyot di balkon rumah tua itu. Di tingkah lagu ombak yang terbawa angin pantai, nada panggil komunikatornya berbunyi. Panggilan dari sang istri yang selama ini tak pernah mau menjawab teleponnya.

”Akhirnya kamu menelpon, sudah memaafkan aku kan?” tanya Rais di ujung komunikartonya.

Sebuah garis bawah terhadap sisi lain dari ruang masa lalu yang selama ini ditakutinya, yaitu kebahagiaan, keindahan, yang hanya bisa dijangkau melalui pintu maaf—yang dapat dimaknai pula sebagai pemberian ruang terhadap kesalahan-kesalahan, kejahatan-kejahatan, sebab hidup tak hanya berisi kebaikan, keindahan.

*

Film Ruang berjalan dalam tempo lambat. Baik karena akting para pemainnya yang seragam menampilkan sebuah “seni penahanan diri”, maupun gambar-gambar long take. Hebatnya ia mampu menahan penonton untuk tetap duduk di kursi.

Lanskap-lanskap elok picingan Arief R. Pribadi memang sangat memikat, terutama pemandangan asimetri antara arah ombak yang melenceng ke kanan, dengan garis tebing melengkung ke kiri, hingga menciptakan sebuah impresi patahan pinsil di dalam gelas berisi air.

Sayangnya, kolase gambar-gambar elok tak menyatu utuh. Sangat aneh rasanya, jika di sebuah desa nelayan yang bercadas, Kinasih dan Chairil duduk bercengkrama sembari menikmati hamparan bukit dan lembah yang menghijau di depan sana. Penggabungan pemandangan-pemandangan Rogojampi, kawasan perkebunan Ijen dan Gunung Bromo yang ada di Jawa Timur dengan pantai Kukup dan Krakal Yogyakarta menjadi satu lokasi adalah sebuah ide yang konyol.

Barangkali Teddy pun ingin meluaskan konsep ruangnya, tidak hanya pada karakter-karakter dalam filmnya, tetapi juga pada penonton. Penyatuan laut dan gunung adalah bentuk lain dari masa lalu yang buruk dan indah, kejahatan dan berkah dalam kotak Pandora, dan Teddy meminta (jika bukan memaksa) penonton untuk memberikan ruang di mata mereka bagi dua entitas tersebut.

Penonton juga masih dituntut untuk ruang di hatinya bagi perbedaan tajam antara akting para senior yang sangat prima dengan para yunior yang mengkal.

Mereka disuguhi permainan Slamet Rahardjo yang detail dan dalam, meskipun sempat kecolongan dalam adegan awal pertemuan Rais dan Rima, sehingga kehambaran hubungan kakak-beradik yang ingin dimunculkan, lebih terlihat seperti saling menunggu dialog. Di luar itu, kita melihat kejeniusan dan jam terbangnya sebagai aktor. Gesture dan bussiness acting yang ia temukan segar dan dalam., semisal usapan jempol di kerongkongan saat ego Rais bertubrukan dengan fakta yang disampaikan oleh sang ibu, sulutan dua batang rokok di bibir untuk menampilkan rekonsiliasi hubungan Rais-Rima.

Di saat yang sama juga disuapi permainan Winky, Luna Maya, yang seringkali kedodoran. Saat mendengar bahwa pamannya telah meninggal dunia, tak ada ekspresi dunia runtuh sedikit pun di wajah Chairil. Kemarahan Chairil karena merasa dibohongi oleh Kinasih pun sangat banal dan tipikal. Winky sering dikenal sebagai aktor perfeksionis. Tentu saja itu hal yang baik, namun perfeksionisme seringkali juga ancaman bagi kemajuan. Perfeksionisme Winky mungkin juga berperan terhadap kejatuhannya dalam seni representasi. Sementara Luna Maya, walau selangkah lebih maju dari kerjanya di Cinta Silver (2005), ia musti memperbanyak senam wajah dan mata, agar syaraf-syarafnya mampu menerjemahkan rangsangan sedih, amarah, kecewa, berahi, galau. Keinginan dan kemampuan adalah dua hal yang berbeda.

“Ruang” memang kata yang kenyal.

###

Advertisements

About this entry